Lempar.id,BUOL – Program Gerakan Tanam Serentak skala nasional resmi digelar di Desa Momunu, Senin (6/4). Kabupaten Buol menjadi salah satu lokasi pelaksanaan di antara 16 provinsi.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.27 WITA itu terhubung secara virtual dengan pemerintah pusat melalui Zoom Meeting, menandai percepatan produksi pangan berbasis kolaborasi pusat dan daerah.
Sejumlah pejabat hadir di lokasi, termasuk Asisten Pembangunan dan Ekonomi Buol Syarif Pusadan, Wakil Ketua II DPRD Ahmad Kuntuamas, serta perwakilan Kementerian Pertanian.
Program ini menjadi bagian dari target nasional penanaman serentak seluas 10.000 hektare untuk memperkuat cadangan pangan di tengah tantangan produksi.
Fokus Optimalisasi Sawah Baru
Syarif Pusadan menegaskan, program cetak sawah baru seluas sekitar 1.000 hektare di Buol harus dijaga keberlanjutannya.
“Program ini adalah aset bersama yang harus kita jaga. Jangan sampai lahan yang sudah dibuka justru dialihfungsikan atau ditelantarkan,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan secara konsisten akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Di Desa Suraya, penanaman dilakukan oleh Kelompok Tani Harapan Sejahtera dengan luas 21 hektare, sementara target hari itu mencapai 10 hektare.
Data Dinas Pertanian menunjukkan, total lahan cetak sawah yang sudah terealisasi di wilayah tersebut mencapai 186 hektare dan tersebar di empat kelompok tani.
Tantangan Irigasi Masih Mengemuka
Penyuluh Pertanian Ahli Utama Kementerian Pertanian, Deddi Nursyamsi, menyoroti persoalan pengairan yang masih menjadi kendala utama di lapangan.
“Dengan pengairan yang baik, petani bisa menanam dua hingga tiga kali setahun. Produksi beras otomatis meningkat signifikan,” jelasnya.
Koordinator BPP Momunu, Erawaty Ahmad, menambahkan bahwa total lahan cetak sawah di wilayahnya mencapai 294 hektare, dengan realisasi tanam baru 94 hektare.
Ia berharap seluruh lahan segera dioptimalkan karena dukungan sarana sudah tersedia.
Kegiatan ditutup dengan panen menggunakan combine harvester, menandai siklus produksi yang terus berjalan di wilayah tersebut.(LMR)
