Lempar.id-Sulawesi tengah-Buol-Pengurus Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kabupaten Buol resmi dilantik di Gedung Islamic Center Masjid Agung Buol, Minggu malam (17/5). Organisasi ini kini membawa tantangan baru: menjaga soliditas ribuan warga Sulsel di tengah persoalan sosial daerah.
Pelantikan dipimpin Ketua BPW KKSS Sulawesi Tengah, H. Tjabani. Muhammad Silmih dipercaya memimpin BPD KKSS Kabupaten Buol didampingi Ishak Yakub sebagai sekretaris bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Muhammad Silmih mengungkapkan proses pembentukan hingga penyatuan kepengurusan berlangsung cukup panjang dan tidak mudah. Menurutnya, keberagaman latar belakang anggota menjadi tantangan tersendiri.
Ia juga memaparkan besarnya jumlah warga asal Sulawesi Selatan yang menetap di Kabupaten Buol. Data internal KKSS mencatat sekitar 2.500 kepala keluarga berada di Kecamatan Paleleh.
Sementara sekitar 3.000 kepala keluarga lainnya tersebar di wilayah Gadung dan Bukal. Jumlah itu dinilai menjadi potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah jika mampu disatukan.
KKSS Diminta Tak Sekadar Seremoni
“Kita harus saling meyakinkan dan saling menghargai. Pada dasarnya kita semua bersaudara,” kata Muhammad Silmih di hadapan pengurus dan tamu undangan.
Ia menegaskan prinsip “taro ada taro gau” harus menjadi pegangan seluruh anggota KKSS. Filosofi Bugis itu menekankan kesesuaian antara ucapan dan tindakan dalam kehidupan sosial.
Ketua BPW KKSS Sulteng, H. Tjabani, menyebut KKSS merupakan organisasi besar yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Karena itu, kepengurusan baru di Buol diminta aktif memberi kontribusi nyata.
“KKSS tidak mengelola dana khusus. Organisasi ini bergerak melalui kebersamaan dan swadaya pribadi,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu agenda prioritas organisasi adalah pembangunan sekolah unggulan melalui dukungan lahan yang disiapkan masing-masing pengurus daerah.
Bupati Singgung Narkoba dan Krisis Moral
Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, turut mengingatkan pentingnya menjaga nilai budaya Bugis sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Musuh nyata kita saat ini adalah narkotika, pendangkalan iman, dan rendahnya pemahaman sosial. Sampaikan pesan baik kepada anak-anak kita,” tegas Bupati Bowo.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan daerah serta mendukung program pembangunan pemerintah di tengah tantangan efisiensi anggaran dua tahun terakhir.
Program “Buol Terang” dan pembangunan infrastruktur jalan, kata dia, tetap menjadi prioritas pemerintah daerah hingga 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Buol Moh Nasir DJ Daimaroto, jajaran OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur TNI dan pengurus KKSS Sulawesi Tengah.(FNI)



