Lempar.id,BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol menggelar rapat koordinasi program Badan Gizi Nasional di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (2/4). Pertemuan ini melibatkan lintas instansi strategis hingga aparat keamanan.
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah dan dihadiri Kapolres, Kejari, Dandim 1305/BT, serta sejumlah kepala OPD. Agenda utama membahas sinkronisasi program peningkatan gizi masyarakat di Buol.
Sejumlah sektor dilibatkan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak. Kehadiran pihak sekolah dan yayasan juga menjadi perhatian dalam perencanaan implementasi program.
“Program ini tidak hanya soal makanan tambahan, tetapi intervensi menyeluruh dari hulu sampai hilir,” ujar salah satu peserta rapat kepada BuolOnline.com, Kamis (2/4).
Fokus utama diarahkan pada penanganan masalah gizi, termasuk pencegahan stunting dan peningkatan kualitas konsumsi masyarakat di tingkat desa.
Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Kepala Dinas Kesehatan menekankan pentingnya integrasi data dan intervensi yang tepat sasaran agar program tidak berjalan parsial di lapangan.
Selain itu, peran Dinas Pendidikan dinilai krusial melalui penguatan program gizi berbasis sekolah sebagai titik awal perubahan pola konsumsi anak.
Rapat juga menyoroti perlunya dukungan aparat keamanan dalam pengawasan distribusi bantuan dan pelaksanaan program di wilayah rawan.
Keterlibatan Camat Bunobogu hingga kepala sekolah penerima manfaat menunjukkan program ini menyasar langsung ke unit terkecil pelayanan publik.
Target Turunkan Kasus Gizi Bermasalah
Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka masalah gizi secara bertahap melalui intervensi terukur dan berkelanjutan.
“Sinergi ini diharapkan mempercepat penanganan masalah gizi di Buol,” kata seorang pejabat dalam forum tersebut.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antarinstansi sebelum program dijalankan di lapangan.

