Lempar.id,BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol mulai menata ulang arah pembangunan daerah melalui Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan RKPD 2026 yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati, Senin (6/4).
Forum ini dibuka Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto, dan dihadiri Sekretaris Daerah serta seluruh kepala OPD, dengan fokus utama menyelaraskan kebijakan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Kepala Bappeda Buol, Satar MS. Badang, menegaskan forum ini merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
“Forum RKPD ini adalah jembatan untuk memastikan alokasi anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Satar dalam laporannya.
Selain menyerap usulan, forum juga menjadi ruang sinkronisasi antara program pemerintah daerah dengan aspirasi masyarakat yang sebelumnya dihimpun.
Dalam pemaparan panitia, arah kebijakan pembangunan Buol tahun 2026 difokuskan pada tiga sektor utama yang dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Fokus Infrastruktur hingga Kesehatan
Tiga pilar tersebut mencakup percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, penurunan angka kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Ketiga sektor ini dinilai memiliki dampak langsung terhadap daya tarik investasi, terutama dalam membuka akses wilayah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Bupati Buol melalui pernyataan terpisah yang disampaikan Rishariyudi Triwibowo menyebut daerahnya terbuka bagi investor yang serius menanamkan modal.
“Kami beri karpet merah bagi investor yang benar-benar serius. Buol siap menjadi magnet investasi,” ujarnya.
Pernyataan itu mempertegas bahwa arah pembangunan daerah kini mulai diarahkan untuk memperkuat iklim usaha yang kompetitif.
Seluruh hasil pembahasan forum akan dirumuskan dalam dokumen RKPD 2026, yang menjadi pedoman perangkat daerah dalam menyusun rencana kerja tahunan.
Dengan pendekatan partisipatif dan terintegrasi, pemerintah daerah berharap kebijakan yang dihasilkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.(LMR)
