Lempar.id-Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) akan menggelar penilaian Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Kabupaten Buol 2026 mulai Minggu (9/3) hingga Jumat (14/3).
Agenda tahunan tersebut menjadi bagian dari evaluasi perkembangan desa dan kelurahan yang mengacu pada Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.
Pelaksanaan kegiatan itu tertuang dalam Surat Bupati Buol Nomor 140/117.10/DPMD tertanggal 5 Maret 2026 tentang pelaksanaan penilaian Lomba Desa dan Kelurahan tahun ini.
Dalam surat tersebut, pemerintah daerah juga mengundang pimpinan DPRD, anggota Komisi I DPRD, para staf ahli, asisten daerah, serta seluruh kepala OPD untuk turut mengikuti rangkaian penilaian di lapangan.
Penilaian Enam Hari di Berbagai Kecamatan
Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol, Arfandi Wehantow, menjelaskan tim penilai akan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah desa dan kelurahan yang menjadi peserta lomba.
“Penilaian berlangsung selama enam hari, mulai 9 sampai 14 Maret. Tim akan turun langsung melihat administrasi desa, inovasi pembangunan, hingga partisipasi masyarakat,” ujar Arfandi saat ditemui usai buka puasa di Rumah Makan Sabuah.
Penilaian dimulai dari Kecamatan Paleleh hingga Kecamatan Biau, mencakup sejumlah desa dan kelurahan yang telah ditetapkan sebagai peserta lomba tingkat kabupaten.
Desa dan kelurahan yang akan dinilai antara lain Lintidu dan Timbulon pada 9 Maret, Taat dan Inalatan pada 10 Maret, Bungkudu dan Tayadun pada 11 Maret.
Selanjutnya Lomuli dan Lamadong II pada 12 Maret, Ilambe dan Mokupo pada 13 Maret, serta Kumaligon pada 14 Maret sebagai lokasi penilaian terakhir.
Bupati Tekankan Inovasi Desa
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo mengatakan lomba desa bukan sekadar ajang kompetisi antarwilayah, tetapi juga sarana melihat perkembangan desa secara menyeluruh.
“Melalui kegiatan ini kita ingin melihat langsung inovasi desa, partisipasi masyarakat, dan kinerja pemerintah desa dalam pelayanan publik,” kata Risharyudi saat dihubungi media, Minggu (8/3).
Ia menilai lomba desa dapat menjadi instrumen evaluasi sekaligus motivasi bagi pemerintah desa untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Dalam perkembangan terbaru hingga Sabtu (7/3), Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan momentum lomba sebagai ruang memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.
Pemkab Buol berharap kegiatan tersebut mampu mendorong desa dan kelurahan berkembang lebih mandiri serta memiliki daya saing dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah.
