Lempar.id,Buol Sulawesi Tengah-Kamia,26/03/2026 Desakan publik agar dugaan malpraktik di RSUD Mokoyulri Buol diusut semakin menguat. Kematian Israfil pascaoperasi memicu sorotan tajam terhadap prosedur medis yang dijalankan rumah sakit.
Kasus ini mencuat setelah pasien meninggal dunia dua hari dirawat di ruang ICU dalam kondisi tidak sadar. Peristiwa terjadi setelah tindakan operasi yang sebelumnya disebut mendesak.
Informasi dihimpun BuolOnline.com menyebut dugaan persoalan muncul sejak tahap diagnosis awal. Pasien disebut mengalami kebocoran usus dan diminta segera dioperasi dengan persiapan dua kantong darah.
Namun setelah operasi, kondisi pasien justru memburuk. Perbedaan informasi medis kemudian muncul, dari kebocoran usus sebelum operasi menjadi kebocoran lambung setelah tindakan dilakukan.
Perbedaan Diagnosis Jadi Sorotan
Perubahan diagnosis dalam praktik medis dimungkinkan. Namun harus berbasis data klinis yang jelas dan tercatat secara lengkap dalam rekam medis pasien.
Sumber internal menilai audit medis independen penting dilakukan untuk menguji kesesuaian prosedur. Termasuk menelusuri pengambilan keputusan klinis sebelum operasi.
“Kalau memang ada kesalahan, kami ingin keadilan. Supaya ke depan pelayanan bisa lebih baik,” kata Rosmawati, istri almarhum, Minggu (22/3).
Keluarga juga mengaku tidak mendapatkan penjelasan utuh terkait risiko tindakan, alternatif terapi, hingga kemungkinan rujukan sebelum operasi dilakukan.
Respons RSUD dan Sikap Pemerintah
Pihak RSUD melalui manajemen menyatakan tindakan medis telah sesuai prosedur. Pasien disebut telah menjalani pemeriksaan penunjang sebelum operasi dilakukan.
“Tindakan dilakukan atas persetujuan keluarga setelah diberikan edukasi mengenai kondisi penyakit dan prognosis pasien,” ujar manajemen RSUD, Rabu (25/3).
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menilai persoalan ini perlu ditangani secara objektif. Audit medis disebut menjadi langkah penting untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Hingga kini, ruang klarifikasi terbuka antara pihak rumah sakit dan publik masih terbatas. Sementara itu, desakan agar aparat penegak hukum turut menyelidiki kasus ini terus bergulir.[LMR]
