Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Upacara HUT keramat ke 18 tahun

Karamat, Lempar.id– Perayaan ulang tahun ke-18 Kecamatan Karamat di Lapangan Desa Busak I, Sabtu (14/2), berubah menjadi forum refleksi terbuka tentang capaian dan pekerjaan rumah pembangunan.

Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Daimaroto, mengajak masyarakat menempatkan sejarah lahirnya Karamat sebagai pijakan membangun kemandirian ekonomi dan sosial.

Ia menyebut kecamatan ini berdiri sejajar dengan 10 kecamatan lain di Kabupaten Buol berkat perjuangan tokoh-tokoh terdahulu yang kini sebagian telah wafat.

“Sudah apa yang kita berikan untuk negeri ini?” tanya Nasir dalam pidatonya, memantik perhatian peserta upacara.

Kolaborasi Jadi Kunci

Menurut Nasir, tantangan terbesar bukan sekadar infrastruktur, tetapi kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan cepat.

Ia mengingatkan tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang yang akan hidup di tengah teknologi dan informasi tanpa batas.

Pemerintah, kata dia, terus membuka akses di berbagai sektor. Namun efektivitasnya bergantung pada dukungan penuh masyarakat.

Karamat dinilai memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk menjamin keberlangsungan hidup warganya tanpa ketergantungan eksternal.

Momentum HUT ke-18 disebutnya harus diikuti langkah konkret, termasuk persiapan sebagai tuan rumah MTQ ke-13 tingkat Kabupaten Buol.

Kepercayaan tersebut, menurut Nasir, harus dijawab dengan kesiapan teknis, fasilitas, dan partisipasi publik agar tidak sekadar sukses di atas kertas.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Upacara HUT keramat ke 18 tahun
  • Upacara HUT keramat ke 18 tahun
  • Upacara HUT keramat ke 18 tahun
  • Upacara HUT keramat ke 18 tahun
  • Upacara HUT keramat ke 18 tahun
  • Upacara HUT keramat ke 18 tahun
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad