![]() |
| Idris Hamsa Awat (Foto: Ist.) |
Lempar.id - Tokoh pemuda Kabupaten Buol, Edhy Idris, resmi mengundurkan diri dari kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Buol melalui surat pengunduran diri yang ditandatangani pada Senin (20/1).
Pengunduran diri tokoh bernama lengkap Idris Hamsa Awat ini sekaligus mengakhiri kiprahnya selama 15 tahun di Partai Golkar, tempat ia tumbuh dan dikenal luas sebagai aktivis muda dengan julukan “Sang Lidah Api”.
Dalam surat tersebut, Edhy Idris menyampaikan keputusan diambil secara sadar dan bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya memberi ruang regenerasi dan kaderisasi di tubuh Golkar Kabupaten Buol.
Ia menilai regenerasi penting agar organisasi politik tetap adaptif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan politik daerah ke depan.
Tegaskan Tanpa Motif Politik
Saat dikonfirmasi, Edi Idris menegaskan pengunduran diri ini tidak berkaitan dengan dinamika politik praktis maupun rencana bergabung ke partai politik lain.
“Keputusan ini murni untuk fokus menjalankan pekerjaan serta tanggung jawab yang saat ini saya emban. Tidak ada motif politik,” kata Edi Idris, Senin (20/1).
Ia memastikan proses pengunduran diri dilakukan secara baik-baik, tanpa tekanan pihak mana pun, serta tetap menjaga etika dan hubungan personal di internal partai.
Jejak Panjang di Golkar Buol
Selama berkiprah di Partai Golkar, Edi Idris mencatatkan berbagai kontribusi, mulai membawa partainya memperoleh suara signifikan di daerah hingga peran strategis mengantarkan kader Golkar menjadi Wakil Bupati Buol.
Selain aktif di politik, Edi Idris juga dikenal aktif di berbagai organisasi, termasuk GP Ansor, serta kini tercatat sebagai pengurus KONI Kabupaten Buol periode 2026–2030.
Dalam surat pengunduran dirinya, Edi Idris menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua serta seluruh jajaran pengurus Golkar Kabupaten Buol atas kepercayaan dan kebersamaan selama ini.
Ia menyebut pengalaman berorganisasi dan berjuang bersama Partai Golkar sebagai kehormatan sekaligus pelajaran berharga dalam perjalanan hidupnya.
Meski tak lagi berada dalam struktur kepengurusan, Edi Idris menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat dan daerah melalui jalur pengabdian lainnya.***
