Lempar.Id - Terpilihnya H. Risharyudi Triwibowo sebagai Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah menyorot kembali rekam jejaknya di tingkat nasional dan daerah.
Sebelum menjabat Bupati Buol, Risharyudi dikenal aktif dalam lingkar kebijakan pembangunan pusat sejak 2016.
Ia dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi selama tiga tahun.
Peran tersebut membawanya terlibat dalam pengawalan program pembangunan wilayah tertinggal, termasuk di Sulawesi Tengah.
Pada 2019, Risharyudi kembali dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia hingga 2024.
Dalam periode itu, ia kerap menjadi penghubung antara kebutuhan daerah dan kebijakan pusat.
Kontribusi untuk Sulawesi Tengah
Salah satu kontribusi yang tercatat adalah dorongan masuknya anggaran infrastruktur senilai 93 miliar rupiah ke Kabupaten Parigi Moutong.
Selain infrastruktur, ia juga terlibat dalam fasilitasi ekspor komoditas pertanian.
Ekspor jagung dari Kabupaten Tojo Una-Una ke Filipina menjadi salah satu program yang disebut memberi dampak ekonomi langsung bagi petani.
Aktivitas tersebut memperlihatkan peran Risharyudi dalam membuka akses pasar dan jejaring nasional.
Tantangan Kepemimpinan Baru
Dengan latar belakang tersebut, kepemimpinannya di DPW PKB Sulawesi Tengah dinilai memiliki modal pengalaman lintas sektor.
Penguatan struktur partai, konsolidasi kader, dan pengawalan aspirasi masyarakat menjadi tantangan yang menanti.
Terpilihnya Risharyudi juga membuka ruang sinergi antara kepemimpinan daerah dan partai politik.
Publik kini menanti arah kebijakan PKB Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan barunya..***
