Iklan Lempar.id
IKLAN (Scroll untuk melanjutkan membaca)

Terjadinya Belasan Siswa Tumbang Makan/Santap MBG di Buol:Penyebab Masih Menggantung


 Konferensi pers resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol terkait insiden belasan siswa di Kecamatan Bokat tampak terfokus pada upaya "penenangan publik".

Lempar.id-Dalam video rilis Kamis (30/7), Dinas Kesehatan dan Tim Medis Puskesmas Bokat kompak memaparkan kondisi siswa yang diklaim membaik dan dipulangkan. Namun, paparan tersebut tak membeberkan penyebab belasan anak mendadak alami gangguan pencernaan usai menyantap hidangan yang diterima di sekolah.

Teka-teki baru terkuak setelah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Gamar Lahamade, dimintai konfirmasi lanjutan, Jumat (31/7). Gamar tak menampik bahwa dugaan kuat pemicu sakit perut dan mual belasan siswa SDN 1 dan SDN 2 Bokat mengarah pada santapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Doulan.


"Kalau penyebab pastinya belum diket... diduga ya, diduga. Karena telusur terakhir yang mereka konsumsi, ya itu dia, makanan dari MBG," ujar Gamar, Jumat (31/7). "Dugaan sementara bisa iya, ke situ. Karena yang dikonsumsi terakhir makanan dari situ, sehingga anak-anak ada gejala gangguan saluran pencernaan."

Meski indikasi medis mengarah pada dapur SPPG Doulan, otoritas kesehatan belum mengambil tindakan definitif. Penyebab pasti cemaran makanan masih menunggu hasil uji laboratorium dari Kota Palu.

"Belum (ada hasil tes lab). Pemeriksaannya di Palu. Kalau pengalaman lalu, 4 sampai 5 hari baru dapat hasilnya," terang Gamar. 


Keengganan pihak teknis dinas maupun dokter pemeriksa menyebut dugaan "keracunan MBG" secara terbuka dalam rilis resmi menyisakan tanda tanya. Tim medis lebih menggarisbawahi situasi yang sudah "kondusif" dan memvalidasi bahwa 15 siswa terdampak hanya membaik usai diobservasi 1–2 jam.


"Alhamdulillah sekarang ini anak-anak, saya ralat ya, 15 jumlahnya, sudah tertangani, setelah diberi pengobatan kemudian diobservasi 1–2 jam sampai tidak ada lagi keluhan dan dipulangkan," terang Gamar dalam rilis video sebelumnya.


Kejadian Yang Berulang di Kabupaten Buol

Namun, fakta mengejutkan meluncur dari Asisten II Setda Buol saat mendampingi peninjauan. Ia mengungkapkan bahwa insiden gangguan kesehatan akibat masakan MBG di kawasan tersebut bukan kejadian pertama.

"Perlu saya tambahkan bahwa ini adalah kejadian kedua di Kabupaten Buol, dan sesudah ini saya dan Wakil Bupati akan berkunjung ke SPPG Doulan sebagai sumber makanan," ungkapnya.


Kejadian berulang ini kian mempertegas longgar pengawasan higienitas di dapur SPPG setempat maupun kontrol kualitas dari Dinas Kesehatan. Publik kini menanti hasil tes laboratorium Palu: akankah ada sanksi tegas dan evaluasi total terhadap pengelola SPPG Doulan demi keselamatan siswa.FDY


Baca Juga
Berita Terbaru
  • Terjadinya Belasan Siswa Tumbang Makan/Santap MBG di Buol:Penyebab Masih Menggantung
  • Terjadinya Belasan Siswa Tumbang Makan/Santap MBG di Buol:Penyebab Masih Menggantung
  • Terjadinya Belasan Siswa Tumbang Makan/Santap MBG di Buol:Penyebab Masih Menggantung
  • Terjadinya Belasan Siswa Tumbang Makan/Santap MBG di Buol:Penyebab Masih Menggantung
  • Terjadinya Belasan Siswa Tumbang Makan/Santap MBG di Buol:Penyebab Masih Menggantung
  • Terjadinya Belasan Siswa Tumbang Makan/Santap MBG di Buol:Penyebab Masih Menggantung
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan