Lempar.id– Kabupaten Buol dipastikan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Grasstrack 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Juli mendatang.
Ajang balap motor tanah itu digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara sekaligus mendorong perkembangan olahraga otomotif di Sulawesi Tengah.
Kabar tersebut mulai ramai diperbincangkan komunitas rider sejak panitia melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Buol beberapa waktu lalu.
Persetujuan pelaksanaan event diberikan langsung oleh Bupati Buol yang juga menjabat Ketua Umum KONI Buol.
Event nasional itu diprediksi menghadirkan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta dan penonton diyakini berdampak terhadap sektor ekonomi lokal.
Hotel dan UMKM Diprediksi Ikut Bergerak
Pelaku usaha penginapan, kuliner, hingga bengkel motor diperkirakan ikut merasakan dampak perputaran ekonomi selama pelaksanaan Kejurnas Grasstrack Buol 2026.
Panitia juga mulai melakukan persiapan teknis, termasuk penataan lintasan dan koordinasi pengamanan selama kegiatan berlangsung.
“Ini bukan sekadar balapan. Momentum ini menjadi kesempatan memperkenalkan Buol ke tingkat nasional,” ujar salah satu panitia pelaksana saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).
Kejurnas Grasstrack dikenal sebagai salah satu cabang olahraga otomotif yang memiliki basis penonton besar, terutama di daerah dengan kultur balap motor tanah yang kuat.
Rider Lokal Punya Kesempatan Unjuk Kemampuan
Sejumlah komunitas otomotif di Buol mulai mempersiapkan diri menghadapi event tersebut. Beberapa rider lokal disebut berpeluang tampil di kelas regional maupun nasional.
Antusiasme masyarakat juga mulai terlihat di media sosial. Poster digital bertema “Siapkan Ridermu” beredar luas sejak informasi pelaksanaan event diumumkan.
Selain menjadi hiburan masyarakat, Kejurnas Grasstrack juga diharapkan membuka ruang pembinaan atlet otomotif daerah agar mampu bersaing di level nasional.
Dengan status sebagai tuan rumah, Buol dinilai memiliki peluang memperkuat citra daerah sebagai salah satu lokasi pengembangan olahraga otomotif di kawasan utara Sulawesi Tengah.(FNY)
